Kebaikan

4 bulan yang lalu


Perjalanan seringkali membuka mata kita bahwa dunia ini masih dipenuhi orang-orang baik. Kebaikan-kebaikan itu di antaranya muncul dari orang-orang yang memberikan tempat persinggahan bagi traveler.⁣

Saya bersama teman saya pernah menumpang tinggal di tempat seorang mahasiswa saat di Saigon. Meskipun tempat itu sebenarnya adalah ruko kosong, Hung, si mahasiswa sekaligus penjaga gedung tersebut mengizinkan kami menumpang di sana beberapa hari. Bahkan seorang warga Italy yang tinggal di China dan sedang libur Imlek juga bergabung kemudian.⁣

Suasana libur Imlek di kawasan Indochina itu seperti lebaran di Indonesia. Sebuah momen libur panjang dan banyak yang pulang kampung. Begitu pula dengan Hung yang juga berencana mudik. Karena itu, kami tidak bisa tinggal lebih lama di ‘istana kosong’nya tersebut. ⁣

Saat bergeser ke Cambodia, kami juga mendapat tumpangan di kontrakan seorang warga Singapore yang bekerja di Phnom Penh. Namun karena ada keperluan dari sang pemilik rumah, kami tak bisa tinggal lebih lama di sana. ⁣

Sebelum mendapatkan tempat tebengan baru, kami singgah di sebuah kuil di tengah kota Phnom Penh. Meski menjelang Imlek, kuil itu terbilang sepi. Ibu tua penjaga kuil menyapa hangat kami saat beristirahat di sana. Namun karena dia tidak bisa berbahasa Inggris, kami hanya saling senyum. Ibu itu juga menyunggingkan senyum saat saya meminta izin memotretnya, lalu jadilah foto di atas. ⁣

Kami kemudian mendapat tempat persinggahan baru di kontrakan Javier, seorang warga Kolombia yang menjadi expatriate di Cambodia. Ketika tiba di rumahnya, ternyata sudah ada 10 orang penebeng lainnya dari berbagai penjuru dunia, mulai dari Rusia, Israel, Prancis, Syiria, Philippines dan lain-lain. Dan gembel-gembel backpacker pun berkumpul. 

Berbagi kebaikan adalah semangat yang mendasari tuan rumah maupun tamunya dalam sebuah persinggahan. Meskipun rata-rata baru saling kenal, namun keyakinan akan hal-hal baiklah yang mendasari sikap saling percaya kami semua. ⁣

Sebuah hukum fisika menyebutkan bahwa

setiap aksi selalu ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah atau gaya.

Saat hukum alam menjadi sesuatu yang pasti di hidup ini, maka sudah semestinya setiap laku dan kata kita harus dipenuhi oleh energi kebaikan agar nantinya yang kembali kepada hidup kita juga berupa hal-hal yang baik.

2  Suka  1 Komentar

Silahkan login atau mendaftar terlebih dahulu untuk memberikan komentar ke konten ini


Muchamad Nugie