Neck Pillow.

4 bulan yang lalu


Saya pernah mengalami sebuah petualangan yang cukup panjang berkaitan dengan bantal di foto itu. Suatu ketika, Uci –pemilik bantal tersebut– pergi ke India. Namun malang nasib Sang Bantal, ia dilupakan empunya saat meninggalkan kota Varanasi. Kebetulan saat itu saya sedang di Nepal dan berhasil mendapatkan visa India serta berencana singgah di kota yang relatif dekat dengan perbatasan Nepal, yakni Varanasi. 

Aktifitas perjalanan tersebut saya tulis di Twitter. Tiba-tiba muncul DM dari Uci, “Aku ketinggalan bantal leher euy di Varanasi, nitip boleh ya!” Saya seketika merasa jadi agen rahasia Indonesia yang harus menyusup ke India setelah misi di Nepal untuk misi besar selanjutnya: mengambil bantal Si Uci. 

Empunya bantal memberikan kontak 'agen asing' penyimpan bantalnya bernama Lalit, mahasiswa yang bekerja sambilan sebagai tour guide. Saya menghubunginya untuk bertemu di sebuah tempat makan. Saya tidak perlu membawa sekopor uang untuk ditukar dengan Si Bantal yang tampak seperti sandera. 

Saat Lalit berbincang dengan saya, matanya beberapa kali mengarah ke tempat lain. Sudut mata saya menangkap pelayan rumah makan itu memandang tajam Lalit. Saya menawari Lalit makan dan minum yang seketika ditolaknya. Insting agen rahasia saya berdering. Mungkin ada pertarungan internal antar agen asing. 

Mungkin bantal Uci digunakan untuk menyusupkan kode peluncuran nuklir. Saya harus mengamankan bantal buluk itu demi kepentingan Indonesia. Karena itu saya segera mengulurkan tangan ke Lalit berterima kasih agar dia pergi dan tidak terjadi keributan yang bisa membahayakan misi. 

Setelah Lalit pergi Si Pelayan langsung mendekati saya, “How could you know that guy?!” Tanyanya dengan wajah tidak suka. Saya cuma jawab, dia menawarkan diri menjadi guide. “Be careful. Don't trust him!” lanjut pelayan tersebut sambil berlalu. Hmm.. Memang ada pertarungan antar agen India. Tapi masa bodohlah, yang penting misi sukses. 

Akhirnya bantal tersebut masuk dalam carrier saya, menemani perjalanan menjelajahi India berbulan-bulan dan tak pernah sekalipun saya pakai. Takut kode rahasia peluncuran nuklirnya rusak.

5  Suka  0 Komentar

Silahkan login atau mendaftar terlebih dahulu untuk memberikan komentar ke konten ini


Muchamad Nugie