Om Mani Padme Hum

4 bulan yang lalu


Mantra itu terdengar nyaring berulang-ulang dari CD player yang berada di atas meja dua meter dari pintu kamar saya. Ibu kost tempat saya tinggal di Kathmandu Nepal saat itu selalu memutar rekaman mantra tersebut selama satu jam setiap pagi dan petang, hingga menumbuhkan rasa penasaran saya.

Suatu ketika, melihat dia tengah bersantai di ruang tamu, saya bertanya mengenai ‘Om Mani Padme Hum’. Dia lalu menjelaskan arti mantra Buddha tersebut, “It literally means ‘Hail to the Jewel in the Lotus’, but its true meaning is ‘Hail to Man's Overself’”. Terpujilah orang-orang yang telah menaklukkan dirinya.

Seketika saya teringat sebuah ungkapan dalam tasawuf, ‘Man arafa nafsahu faqod arafa rabbahu’ - Barang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya. Kami kemudian berbincang panjang mengenai Buddhisme yang membuat saya terhubung banyak hal dengan sufisme dalam Islam.

Saya menjelaskan kepadanya mengenai seluruh ritual di Islam yang juga ditujukan untuk penaklukkan diri. Dari mulai sholat yang merupakan penyerahan diri kepada Pencipta, zakat untuk menghilangkan kemelakatan terhadap harta, puasa yang meredam nafsu, juga haji sebagai ziarah - traveling pencarian diri.

Ibu kost semakin semangat berbincang saat ia menceritakan beberapa hal dalam Buddhisme dan saya mengomentari persamaannya dalam Islam walaupun dengan nama berbeda. Seperti Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta yang sama dengan konsep Rahmatan lil ‘alamin, atau mindfulness yang dekat sekali dengan istilah taqwa, dan lain-lain.

Dan kami tertawa membahas ukuran hasil (output) penaklukan diri yang tentu saja sama, yakni perilaku hidup terpuji atau akhlaqul karimah. Jangankan terwujud dalam tindakan/kata yang buruk, terbersit perasaan sombong dalam hati (ujub) pun dapat menggagalkan penaklukan diri.

Sejak perbincangan itu, ibu kost selalu memanggil saya ‘my boy’. Perbedaan-perbedaan dalam hidup antar manusia memang pasti ada. Namun damai rasanya jika dalam berkomunikasi kita selalu mencari persamaan-persamaan yang kita miliki, bukan malah menegaskan perbedaan.

2  Suka  0 Komentar

Silahkan login atau mendaftar terlebih dahulu untuk memberikan komentar ke konten ini


Muchamad Nugie