TUHAN.

4 bulan yang lalu


Rumah saya sering menjadi persinggahan traveler. Suatu ketika dua traveller yang singgah di rumah dalam waktu bersamaan; Chen dari China dan Cyril dari Prancis. Kebetulan Si Cyril sudah berteman lama dengan saya dan sering singgah di rumah.
Sore itu saya usai melaksanakan sholat maghrib dan hendak bersantai sambil membuka internet, saat Chen yang atheis tiba-tiba melontarkan sebuah pertanyaan.
“Tuhan itu apa?”
Hayoloh.. Capek-capek diajak ngomongin Tuhan pula. Saya melirik Cyril yang beragama Kristen, menggerakkan kepala menyuruhnya menjawab. Dia malah memicingkan mata menyuruh saya yang tetap menjawab. Saya menarik nafas dalam-dalam mencoba menjawab pertanyaan tak terduga di sore yang santai ini.
“Tuhan itu penyebab utama (prima causa). Awal dan akhir dari segala sesuatu. Sumber dari segala energi di semesta ini.”
Saya memberi catatan bahwa itu pendapat saya pribadi, setiap penganut agama punya perjalanan spiritualnya masing-masing. Mungkin Cyril punya pendapat berbeda.
“Saya setuju pendapatmu.” sahut Cyril.
Chen diam mencoba mencerna konsep ketuhanan yang belum pernah dia kenal sejak lahir tersebut. Ah, sudahlah jangan berat-berat, saya membuat teh saja. Tapi tiba-tiba dia melontarkan pertanyaan baru,
“Lalu kenapa kamu berdoa?”
“Untuk men-charge energi.” sahut saya sambil mengaduk teh.
“Hmm.. Kenapa ada begitu banyak perang atas nama Tuhan?” tanyanya lagi.
Aduh, ngobrolin makanan kek. Malah perang. Saya memberinya secangkir teh, sambil menjawab.
“Itu sebenarnya persoalan ego manusia. Mereka salah menafsirkan agama ataupun menggunakan agama demi egonya lalu menjadi ‘bangsat’. Tuhan itu mengajarkan kepada manusia untuk mengontrol ego. Manusia yang berhasil mengontrol egonya itu berarti telah mengenal dirinya, berarti juga telah memahami Tuhan.”
Sambil menyeruput teh, saya melanjutkan pembicaraan.
“Sebenarnya kita ini bisa menjadi symbol perdamaian dunia. Dirimu atheis, Cyril Kristen, saya Muslim dan tidak ada ‘bangsat’ di antara kita. Tidak ada perang. Jadi kita bisa menikmati teh ini bersama.”
3  Suka  0 Komentar

Silahkan login atau mendaftar terlebih dahulu untuk memberikan komentar ke konten ini


Muchamad Nugie