Ekky Imanjaya

Penulis / Jurnalis

13 Karya
10 Pengikut
2 Dukungan

Ekky Imanjaya
2 bulan yang lalu

NB#5: Lisabona Rahman;Merayakan "Lewat Djam Malam" di Criterion & Kisah-Kisah Kearsipan Film Lainnya

Merayakan Rilisnya DVD “Lewat Djam Malam” oleh Criterion: Restorasi Film “Lewat Djam Malam” dan Kisah-Kisah Kearsipan Film lainnya. Bulan depan, tepatnya 29 September 2020, "Lewat Djam Malam" (After Curfew, Usmar Ismail 1954) akan diedarkan oleh Criterion, sebuah institusi distribusi DVD bergengsi! NB mengundang Lisabona Rahman (arsiparis film lepas yang bekerja di Berlin), salah satu sosok penting di balik restorasi film ini.

Ekky Imanjaya
4 bulan yang lalu

Asrul Sani dan Penulisan Skenario di Indonesia (2)

Bagaimana penulisan skenario pasca kepergian Asrul Sani? Apakah Indonesia bisa mencetak penulis sekaliber Asrul dalam iklim industri film dan televisi sekarang ini? Bagian kedua dari tulisan di tahun 2004 yang masih saja relevan hingga kini. Kali ini fokus pada penulisan skenario di era pertengahan 2000an yang masih saja aktual, dengan merefleksikannya pada perjalanan penulis Asrul Sani

Ekky Imanjaya
4 bulan yang lalu

Panic Room #2: Masa Depan Film B di Indonesia | with Ekky Imanjaya dan Kolong Sinema

Kenapa film B itu penting? Dan bagaimana masa depan Film B Indonesia?

Ekky Imanjaya
4 bulan yang lalu

Kritik Film Indonesia by Ekky Imanjaya

Apa dan bagaimana itu kritik film?

Ekky Imanjaya
4 bulan yang lalu

Nongkrong Bareng #1: Asmayani Kusrini : Liputan Festival Film

Simak obrolan dengan Rini (Redaktur RumahFilm, 2007-2012) seputar festival film di era COVID19 (khususnya We are One), pergumulannya saat mewawancarai Bela Tarr, difoto Jafar Panahi, dan liputan saat hamil besar di Cannes Film Festival. Juga pengalamannya memotret para artis Hollywood seperti Tarantino dan Angelina Jolie, dan mengabadikan sineas Indonesia di Rotterdam, termasuk saat Ekky minta tanda tangan Sokurov.

Ekky Imanjaya
4 bulan yang lalu

Asrul Sani dan Penulisan Skenario di Indonesia (1)

Apa warisan terpenting Asrul Sani sebagai seorang penulis skenario? Bagaimana pengaruhnya bagi sineas kita sekarang? Tulisan yang terbit 2004 ini masih saja relevan saat ini. Saya mewawancarai almarhum Chaerul Umam, Riri Riza, Nia Dinata, dan Jujur Prananto untuk mencari tahu jawabannya.