ALEX TOTH, MAESTRO

4 bulan yang lalu


Utas saya di Twitter mulanya iseng saja, tak sengaja jadi perayaan hari kelahiran Alex Toth (25 Juni 1928-27 Mei 2006). Saya muat lagi di sini, dengan tambahan-tambahan. Alex Toth adalah seorang maestro komik AS, salah satu yang keterampilan menggambarnya paling mumpuni dalam sejarah komik mereka. 

Alex Toth adalah komikus yang tak pernah gagal bikin saya jatuh cinta tiap lihat karyanya: tarikan garis, komposisi, imbangan terang-gelap, panil-panil dan desain halaman yang dipikirkan masak-masak (very thoughtful and intelligent).

Alex Toth ada di top 10 komikus favorit saya sepanjang masa, bareng Hergé, Shigeru Mizuki, Moebius, Crumb, Zam Nuldyn, Dave McKean, Taiyo Matsumoto... Tiap panil dan gambar mereka itu taman garis yang asik banget dan membahagiakan. 😍

Jamie Hernandez, Love & Rockets.

David Mazzucchelli, Daredevil: Born Again.

John Paul Leon, Batman: Creature of Night

Chris Samnee, Daredevil Series with Mark Waid 

Gaya cartoony tp realis-klasik Alex Toth + rancang komposisi adegan dan rancang panil yg cerkas, memengaruhi, memengaruhi David Mazzucchelli, Jamie Hernandez, Darwyn Cooke, Bruce Timm, Chris Samnee, Paul Grist, JP Leon, Mike Mignola, dll.

Saya dedikaskan satu board khusus Alex Toth di akun Pinterest saya.

https://www.pinterest.com/hikm...

Buat saya, Alex Toth adalah salah satu penggambar Batman terbaik sepanjang masa.

Alex Toth itu esensialis dalam mewujudkan garis dan bentuk. Catatan kecil Toth pada gambar Zorro ini adalah salah satu kredo estetikanya yang paling penting.

Rangkaian gambar di atas ini contoh esensialisme ekstrem dari Alex Toth, menggambar golden age Sandman. Bentuk sudah sangat disederhanakan, plus memberdayakan sapuan blok hitam yg "bold". Toh kita tahu pasti yang kita lihat, bentuk dasarnya tak hilang, malah menonjol.

Ngomong-ngomong, saya suka sekali gambar dan desain Alex Toth untuk karakter-karakter DC Comics.

Karakter-karakter DC Comics macam yang ada di "gerombolan" Justice League of America (JLA). Gambar Superman dihibur oleh anjing-anjing lucu sungguh bikin hati hangat. 

Seperti tampak pada dua gambar di atas, gaya Alex Toth cocok sekali dengan semangat asli karakter Shazam/Captain Marvel. Tapi, Toth terkenal ketika menangani karakter lain di DC Comics.

Di tangan Toth, Black Canary jadi komik penuh akrobat visual yang bikin girang mata pembaca.

Ini bagaimana Toth menangani Conan The Barbarian: tetap "hulky", tapi memang kurang "barbar". Garis-garis Toth mungkin terlalu halus dan rapi untuk sebuah dunia brutal ala Conan. Tapi, sebagai kriya, memang enak sekali dilihat.

Esensialisme dan gaya ngartun Alex Toth tidak menghalangi dia menggambar sebuah dunia yang "jadi" dan kompleks di komik-komiknya. Coba deh, perhatikan pada gambar di atas, bagaimana Toth bikin detail di ujung jauh sana, di bawah bulan; dan detail tiap tubuh dalam kerumunan.

Alex Toth juga mumpuni dalam desain penyusunan panil dalam sebuah halaman. Fungsi panil dalam komik, kalau kata Scott McLoud dalam Reinventing Comics, adalah sebagai "peta waktu". Lihat bagaimana Toth mencacah-cacah waktu jadi sebuah naratif visual yang mengalun.

Bahkan saat panil-panilnya tidak neko-neko, hanya rancang dengan grid 2x3 biasa, alur waktu-cerita tetap bisa dicacah-cacah dengan santai. Lihat saja di dua panil terakhir di bagian bawah halaman di atas.

Toth juga gemar memain-mainkan rancang (kotak) komiknya. Tapi, rancang panil yang lentur itu nggak pernah mengurangi kejelasan cerita dan alur naratif visual.

Ini juga salah satu rancang halaman dan panil yang bermain-main dari Alex Toth, tanpa mengorbankan kejelasan bercerita.

Yang ini, halamannya "berteriak", ya? Banyak arsir, garis, action, tapi gambar keseluruhannya tetap jernih: pembaca tetap tahu pasti apa yang mereka lihat.

Satu lagi halaman pertama yang "berteriak" dari Alex Toth. Banyak garis, tapi tetap jernih, karena dalam gambar yang banyak garis itu pun, Toth mampu mendisiplinkan garis-garisnya agar tetap esensial. Di sini, Ia juga melekatkan efek bunyi jadi latar tubuh karakter yg terlempar. 

Ini juga halaman pertama yang desainnya cukup "nggaya" dari Toth. O, ya, saya juga suka banget rancang balon-balon kata Toth. Juga, dia menulis sendiri aksara untuk teks komik-komiknya. Pengaksaraannya juga piawai!

Dalam halaman ini, Alex Toth menggunakan teknik panelling tanpa kotak, dan dialog tanpa balon, hanya kait untuk informasikan siapa bicara. Ia juga terapkan teknik perubahan angle yang "frantic".

Bahkan ketika Toth bikin halaman dengan kisi-kisi panil yang rigid-simetris, 2x3 grid, ia bisa bikin halamannya dinamis banget. Semua unsur visual, termasuk sound effect, angle gambar, pose, peletakan balon kata, mengoptimalkan rasa "penuh action" itu.

Jadi, memang salah satu kekuatan Alex Toth adalah kepekaan desain atau design thinking-nya yang mumpuni. Ini kelihatan di desain sampul komik yang ia bikin. 

Dalam desain sampul ini, Alex Toth pakai metode rancang simetris, sambil pada saat yang sama menabur elemen visual di sana-sini yang terkesan acak, asimetris, melunakkan simetri sampul ini.

Desain sampul Alex Toth biasanya sudah lengkap, dengan pengaksaraan yang memikat (ia berkarya di jaman analog, jadi tentu saja mannual ngerjainnya). Rasanya, hanya fokus pada pengaksaraan Toth saja bisa jadi satu monograf.

Menelusuri "design thinking" Toth sungguh asyik. Dan proses berpikirnya bisa kita intip dalam sketsa-sketsa rancangan karyanya. 

Desain karakter-karakter yang ia buat sangat beragam dalam hal bentuk, postur, wajah, ekspresi, tak hanya bisa yang ganteng dan cantik saja. Dunia yang ia reka-reka juga sangat lengkap dan jernih. Toth juga yang memberi "look" animasi TV dari Studio Hanna-Barbera yamg terkenal pada 1980-an.

Di Studio Hanna-Barbera, Toth merancang karakter seri Space Ghost, Superfriends, Shazan, He-Man: Master of The Universe, Johny Quest, dll.

Proses berpikirnya sering ia tuangkan dalam berbagai catatan/notes.

Tak pelak, dari catatan-catatan itu, Toth memang seorang "pemikir" dalam membuat komik dan gambar. 

Toth adalah raksasa dalam sejarah komik AS. Toh ia pun berdiri di bahu para raksasa lain. Misalnya, Milton Canniff, Roy Crane, dan, seperti terbaca dari gambar tribute Toth di atas untuk Gassoline Alley, seri setrip AS di awal abad ke-20: Frank King. 

Cheers, Alex Toth!


6  Suka  1 Komentar

Silahkan login atau mendaftar terlebih dahulu untuk memberikan komentar ke konten ini


Hikmat Darmawan